@article{Amica Censura: Pemikiran Nicholas Cusanus Tentang Agama-Agama, Sebuah Refleksi dan Aplikasi Terhadap Konflik Antaragama di Indonesia: Amica Censura: The Thoughts Of Nicholas Cusanus About Religions,A Reflection And Application Towards Interreligious Conflict In Indonesia_2020, volume={7}, url={https://societasdei.rcrs.org/index.php/SD/article/view/165}, DOI={10.33550/sd.v7i2.165}, abstractNote={
Konflik antaragama merupakan konflik yang sering terjadi di Indonesia, di mana masyarakatnya menganut beragam kepercayaan. Dalam artikel ini, konflik antaragama didekati menggunakan pemikiran Nicholas Cusanus, seorang pemikir Katolik pada Abad Pertengahan, yang juga menghadapi konflik antaragama sehubungan dengan jatuhnya Konstantinopel ke tan-gan Ottoman Turki. Artikel ini menganalisis pemikiran Cusanus mengenai agama-agama lain dalam karyanya: De Pace Fidei dan Cribratio Alkorani. Dari analisis tersebut, dapat ditarik sebuah tesis bahwa posisi Cusanus berada di tengah-tengah eksklusivisme dan pluralisme, yang pada akhirnya melahir-kan refleksi dan aplikasi, bagi konflik antaragama di Indonesia. Refleksi dan aplikasi ini dibentuk berdasarkan: 1. Interpretasi terhadap karya Cusanus De Pace Fidei dan Cribratio Alkorani, 2. Kontekstualisasi interpretasi secara apresiatif dan kritis terhadap konflik antaragama di Indonesia. Tiga poin refleksi dan aplikasi yang diambil dari pemikiran Cusanus menghadapi konflik antaragama antara lain: 1. Pendekatan antikekerasan, 2. Kepekaan terhadap kepentingan politik, 3. Inisiasi dialog antaragama yang bersahabat dan terbuka, dan 4. Peningkatan toleransi antaragama secara aktif yang berusaha meruntuhkan tembok-tembok pemisah.Kata-kata kunci:Nicholas Cusanus; pluralisme; eksklusivisme; inklusivisme; konflik antaragama.
}, number={2}, journal={Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat}, year={2020}, month={Okt}, pages={149–172} }