@article{Tanggapan Pemuda Kristen terhadap Penalaran Kitab Suci Lintas Agama: Sebuah Analisis Deskriptif dari Perspektif Keramahtamahan_2024, volume={11}, url={https://societasdei.rcrs.org/index.php/SD/article/view/473}, DOI={10.33550/sd.v11i2.473}, abstractNote={
Pembacaan Kitab Suci rentan terhadap penafsiran dan dapat menawarkan nilai-nilai konstruktif, tetapi juga dapat mengarah pada pengucilan diri dan tindakan yang merusak. Secara tradisional, pembacaan dan penafsiran Kitab Suci merupakan kegiatan internal di dalam setiap komunitas agama. Namun, di Yogyakarta, kegiatan Scriptural Reasoning diselenggarakan oleh Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) Indonesia yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon pemuda Kristen yang terlibat dalam kegiatan Penalaran Kitab Suci, khususnya berfokus pada bagaimana mereka menciptakan ruang yang ramah bagi kehadiran yang lain. Penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif analitis, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara dengan responden yang dipilih secara purposif, dan pengumpulan literatur dan dokumen yang relevan. Responden akan mencakup penyelenggara kegiatan Penalaran Kitab Suci dan peserta Kristen. Data akan dianalisis dengan menggunakan konsep keramahtamahan hermeneutis Marianne Moyaert. Penelitian ini menyoroti pentingnya keterbukaan hermeneutis sebagai ekspresi keramahtamahan dalam komunitas Kristen dan pentingnya menciptakan ruang untuk dialog antaragama. Pembacaan teks-teks suci juga dapat membantu mencegah potensi konflik sentimen agama berdasarkan penafsiran kitab suci.
}, number={2}, journal={Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat}, year={2024}, month={Nov}, pages={39–56} }