@article{Kritis, Objektif, dan Emansipasitoris: Relevansi Realisme Kritis Roy Bhaskar bagi Studi Agama_2026, volume={13}, url={https://societasdei.rcrs.org/index.php/SD/article/view/563}, DOI={10.33550/sd.v13i1.563}, abstractNote={
Artikel ini dilatarbelakangi keterlibatan nilai dalam studi agama. Apakah studi agama harus bebas nilai seperti dikemukakan McCutcheon atau tidak dapat bebas nilai sebagaimana dinyatakan Goldstein? Penelitian ini berangkat dari persoalan tersebut dan bertujuan melihat realisme kritis Roy Bhaskar menawarkan jalan tengah bagi studi agama. Dengan menggunakan metode analisis kepustakaan kualitatif, penelitian ini mengkaji karya-karya Bhaskar dan literatur studi kritis tentang agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan konteks kolonialisme, patriarki, atau hierarki kelas dalam kelahiran suatu ajaran bukanlah tindakan moral atau politis, tetapi konsekuensi ilmiah dari penelusuran ilmiah. Dalam kerangka pemikiran Bhaskarian, objektivitas tidak berarti bebas nilai, tetapi merupakan proses epistemik untuk menyingkap mekanisme real yang tersembunyi di balik fenomena keagamaan. Dengan demikian, kritik terhadap agama tidak bersifat moralistik, melainkan bagian dari objektivitas ilmiah. Penelitian ini juga menemukan bahwa dimensi emansipatoris dalam studi agama muncul secara inheren dari keberhasilan analisis ilmiah. Ketika mekanisme penindasan, relasi kuasa, atau struktur ideologis berhasil diungkap maka pengetahuan tersebut secara otomatis bersifat membebaskan. Temuan ini menunjukkan bahwa studi agama dapat bersifat kritis sekaligus objektif tanpa terjerumus ke dalam aktivisme maupun klaim netralitas semu.
}, number={1}, journal={Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat}, year={2026}, month={Jun}, pages={19–36} }