@article{Kesaksian Iman dalam Dialog Interreligius dan Teologi Interkultural: Witness Of Faith In Interreligious Dialogue And Intercultural Theology_2020, volume={7}, url={https://societasdei.rcrs.org/index.php/SD/article/view/151}, DOI={10.33550/sd.v7i2.151}, abstractNote={
Kesaksian iman adalah unsur penting dalam dialog interreligius untuk menyuburkan eksistensi teologi dalam konteks interkultural. Akan tetapi dialog cenderung sekadar berbagi informasi kebenaran dan doktrin dalam berbagai agama. Dialog model demikian sesungguhnya tidak relevan dalam pluralitas agama. Di sisi lain, ada tantangan untuk menciptakan dialog, di antaranya: sikap arogansi, sikap tertutup, dan klaim absolutisme kebenaran. Situasi demikian tidak menyuburkan eksistensi teologi dalam konteks interkultural. Kerendahan hati adalah kunci berdialog, dan kesaksian iman berperan penting menyuburkan eksistensi teologi dalam konteks inter-kultural. Dalam dialog interreligius, kesaksian iman yang penting saat ini adalah menghidupi dan melakukan ajaran autentik dari setiap agama, sep-erti: hidup dalam perdamaian, persaudaraan yang harmonis, membangun kebijaksanaan berdasarkan kasih, dan menciptakan keadilan. Tulisan ini akan mengeksplorasi signifikansi kesaksian iman dalam dialog interreligius dan teologi interkultural menggunakan metode penelitian literatur yang memberikan tawaran rekomendasi implementatif.
Kata-kata Kunci: kesaksian iman; dialog; interreligius; interkultural; teologi.
   
 
}, number={2}, journal={Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat}, year={2020}, month={Okt}, pages={173–196} }