@article{Teologi Kematian Berdasarkan Perspektif Antropologi-Metafisika bagi Tradisi Ritual Kematian Toraja dan Jawa_2025, volume={12}, url={https://societasdei.rcrs.org/index.php/SD/article/view/532}, DOI={10.33550/sd.v12i2.532}, abstractNote={
Tulisan ini bertujuan untuk merancang teologi kematian dari perspektif antropologi-metafisika sehingga diharapkan dapat menjadi rujukan preservasi tradisi ritual kematian di Indonesia, terkhusus tradisi ritual kematian orang Toraja dan Jawa. Tujuan tersebut penting karena adanya kecenderungan tradisi kekristenan di Indonesia yang mengalienasi budaya lokal. Demi mencapai tujuannya, tulisan ini menggunakan pandangan utama dari Gijsbert van den Brink yang kemudian dianalisis secara konstruktif melalui pandangan Tibor Horvath, Robert Setio, Ebenhaizer I Nuban Timo, dan Jürgen Moltmann. Hasilnya, teologi kematian posse mori in posse non mori dapat menjadi solusi terhadap preservasi tradisi ritual kematian orang Toraja dan Jawa.
}, number={2}, journal={Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat}, year={2025}, month={Okt}, pages={129–146} }