@article{Penguatan Karakter Pancasilais terhadap Pemuda Melalui Program Leadership Camp: Studi Kuantilatif_2021, volume={8}, url={https://societasdei.rcrs.org/index.php/SD/article/view/229}, DOI={10.33550/sd.v8i2.229}, abstractNote={
Upaya pencegahan paham radikalisme dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kekuatan internal. Organisasi remaja masjid menjadi salah satu yang dapat dijadikan wadah pemikir dalam mewujudkan generasi muda Pancasilais. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor pembentuk karakter Pancasilais dari program Leadership Camp dan mengukur tingkat karakter Pancasilais dari program Leadership Camp melalui penilaian peserta didik. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods jenis exploratory sequential. Pada tahap pertama, metode kualitatif jenis studi kasus diaplikasikan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipan. Data dianalisis secara tematik-deduktif. Selanjutnya metode kuantitatif jenis survei dilakukan terhadap 100 responden. Data dianalisis dengan EFA (Explanatory Factor Analysis) dengan metode PCA (Principal Component Analysis), dan Indeks Karakter Pancasilais Pemuda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa karakter Pancasilais yang mereka peroleh diantaranya: integritas, gotong royong, berpikir kritis dalam ilmu agama, nasionalisme, taat ibadah, dan mandiri. Sifat religius dijelaskan oleh karakter berpikir kritis dalam ilmu agama dan taat ibadah. Indeks Karakter Pancasilais Pemuda sebesar 55,59%, yang artinya tingkat pendidikan karakter Pancasilais cukup mudah diterima oleh peserta didik khususnya karakter integritas dan gotong royong. Pemerintah perlu berkolaborasi dengan organisasi remaja masjid di Indonesia untuk memperkuat karakter Pancasilais generasi muda.
}, number={2}, journal={Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat}, year={2021}, month={Nov}, pages={177–202} }