@article{Kristologi Pangala Tondok: Dialektika Kepemimpinan Kristen dalam Konteks Multireligius di Toraja _2025, volume={12}, url={https://societasdei.rcrs.org/index.php/SD/article/view/523}, DOI={10.33550/sd.v12i2.523}, abstractNote={
Diskursus tentang Kristologi Pangala Tondok dimulai seiring dengan keputusan Gereja Toraja yang menerima istilah Tongkonan Sangullele sebagai identitas kultural-religiusnya. Penelitian ini bermaksud mendialogkan Kristologi Pangala Tondok dengan konteks Toraja yang multireligius (interdenominasi gereja dan antaragama). Dalam upaya tersebut,  peneliti melakukan kajian pustaka dan menganalisis data dengan pendekatan kontekstual model sintesis dari Stephen B. Bevans. Hasil penelitian memperlihatkan pada konteks interdenominasi gereja dapat dilakukan dengan menempatkan Yesus Kristus sebagai Pangala Tondok baru. Sementara itu, dalam hubungan antarumat beragama, Gereja Toraja ditantang untuk mempromosikan keterbukaan, keramahan, dan persahabatan.
}, number={2}, journal={Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat}, year={2025}, month={Okt}, pages={113–129} }