@article{Sikap Kritis terhadap Kekuasaan dalam Tradisi Calvinist: Sebuah Kajian Historis-Teologis Tentang Kekritisan Gereja terhadap Pemerintah untuk Mewujudkan Regnum Christi: Critical Attitude Toward The State In Calvinist Tradition: A Historical Discourse About Church Criticism To The Goverment To Build Regnum Christi_2020, volume={7}, url={https://societasdei.rcrs.org/index.php/SD/article/view/173}, DOI={10.33550/sd.v7i2.173}, abstractNote={
Teologi politik Protestan meyakini bahwa pemerintah adalah wakil Allah di dunia yang memiliki legitimasi untuk menata berbagai segi kehidupan manusia. Dampak dari pemahaman ini menghasilkan pandangan di kalan-gan umat Protestan bahwa pemerintah mesti ditaati secara mutlak oleh gereja. Padahal pada sisi lain tradisi teologi Reformed meyakini teologi kejatuhan. Sebagaimana semua aspek kehidupan telah jatuh dalam dosa,pemerintah juga dapat jatuh ke dalam kelaliman. Maka selain sikap kon-formis, tradisi Calvinist juga memiliki sumber-sumber teologis untuk bersikap kritis terhadap kekuasaan. Tulisan ini berupaya melakukan peng-galian pemikiran teologi politik Calvinist melalui metode teologis-historis untuk menemukan akar-akar pemikiran John Calvin tentang relasi kritis gereja dengan kekuasaan. Ekskavasi pemikiran John Calvin dari tulisan-tu-lisan primernya diharapkan dapat memberi sumber daya teologis untuk memberikan perangkat analisis kritis serta landasan etis dalam memahami relasi gereja dengan pemerintah di Indonesia.
Kata-kata kunci: teologi politik; calvinism; teologi historis; sikap kritis; pemerintah.
}, number={2}, journal={Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat}, year={2020}, month={Okt}, pages={219–244} }